PASKA OPERASI

May 12, 2010 at 6:39 pm Leave a comment

Beberapa hari setelah meninggalkan rumah sakit paska operasi mastektomi, aku kembali kontrol. Luka operasi berangsur membaik meskipun belum kering. Saat kontrol, aku akan mendapatkan hasil test Histokimia yang menentukan terapi berikutnya yang harus aku jalani, mengetahui hasil test Patologi Anatomi dari seluruh jaringan payudaraku yang dibuang, dan juga adakah sel-sel tumor pada kelenjar limfe di sekitar payudara yang menentukan stadium kanker. Hal ini tentu saja membuatku merasa tidak tenang, karena kali ini aku akan tahu sejauh mana kanker ini kuidap. Sudah lanjutkah? Atau masih dini?

Dengan suara gemetar, kutanyakan stadium kanker ku pada dokter. Dokter menjawab, aku tidak perlu tahu stadium , karena bila tahu stadiumnya masih dini, mungkin akan berobat setengah-setengah, atu bila tahu bahwa stadiumnya sudah lanjut, mungkin nanti akan menjadi down. Yang terpenting, tetap semangat, dan selalu didukung oleh keluarga dekat. Mungkin apa yang dikatakan beliau ada benarnya juga. Tapi karena aku tidak merasa hal seperti itu, kuputuskan untuk mencari tahu sendiri stadium kankerku, yang bisa kudapatkan saat membaca Panduan Terapi Kanker Payudara bagi Pasien dari CNN (anda bisa membaca cuplikannya di blog ini, pada katagori Kanker Payudara).

Kankerku stadium 2B. Pertama kali, rasanya terasa berat hal ini harus kupikul, tetapi dengan sikap pasrah, berserah diri kepada Allah swt, aku menerimanya dan berusaha untuk menjalani pengobatan berikutnya dengan semangat untuk sembuh, agar bisa hidup lebih lama untuk mendampingi suamiku dan merawat anak-anakku, sehingga aku bisa melihat mereka tumbuh dewasa kelak.

Disimpulkan, aku harus menjalani Khemoterapi 6 kuur dan dilanjutkan dengan meminum obat anti-estrogen selama 5 tahun berturut-turut. Dokter memberiku beberapa anjuran paska operasi, karena ada beberapa efek samping dari operasi yang kujalani. Beberapa anjuran tersebut adalah:

1. Hindarkan pemakaian manset (alat untuk memeriksa tekanan darah) di lengan yang sama sisi dengan payudara yang dioperasi, untuk menghindari limfeedema

2. Hindarkan pengambilan darah dari lengan tersebut (bila sewaktu-waktu melakukan pengambilan darah untuk keperluan pemeriksaan laboratorium atau yang lainnya), untuk menghindari limfeedema

3. Hindarkan mengangkat berat lebih dari 3 kg pada lengan tersebut, karena pada operasi yang telah kujalani, sebagian otot dada telah diambil, sehingga secara otomatis akan mengurangi kekuatan lengan dalam mengangkat beban

4. Hindari kehilangan kontak dengan dokter yang merawat, karena bagaimanapun, dokter tersebut akan memantau kita meskipun kita telah melakukan operasi berpuluh tahun yang lalu. (Dua minggu sekali selama tiga bulan pertama, sebulan sekali selama enam bulan berikutnya, dua bulan sekali selama satu tahun berikutnya, demikian sampai selanjutnnya tiga bulan sekali, enam bulan sekali dan akhirnya setahun sekali

5. Tahap berikutnnya, aku harus berkonsultasi dengan seorang Internist subspesialisasi Hematologi untuk menentukan pilihan khemoterapi. Suatu hal yang tak kalah membuatku berdebar-debar. Ikuti pengalamanku selama khemoterapi ya… See you… 

Entry filed under: Breast Cancer with Me. Tags: .

Menjalani Mastektomi, Langkah Pasti Melawan Kanker IV. GRADE DAN STADIUM KANKER PAYUDARA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

Recent Posts

traffic feed


%d bloggers like this: