Menjalani Mastektomi, Langkah Pasti Melawan Kanker

May 7, 2010 at 9:15 pm 2 comments

Keputusan untuk menyingkirkan benjolan kanker di payudara ku sampai ke akar-akar nya sudah bulat, meskipun karenanya aku harus kehilangan satu payudaraku. Setelah menumpahkan segala isi hati, kesedihan dan berdiskusi dengan keluargaku, kami (aku dan suamiku) setuju untuk menjalani Mastektomi radikal seperti yang disarankan Prof (dokter yang merawatku).

Sebelumnya aku harus menjalani beberapa pemeriksaan Laboratorium meliputi pemeriksaan darah, Echocardiografi, dan CT Scan. Entah kenapa, saat menjalani CT scan, hati terasa berdebar, mungkin karena dengan CT scan kita bisa melihat bila ada metastase. Satu hal yang harus diingat ketika akan menjalani semua pemeriksaan itu, aku harus taat untuk tidak makan 8-10 jam sebelumnya. Karena pada pemeriksaan Ct scan, aku diberi minuman berupa zat kontras yang harus diminum berturut-turut sebanyak +- 4x 300ml. Meskipun terasa tidak nyaman, aku berusaha untuk kuat. Dan, karena pada saat itu aku agak teledor dalam puasa (aku makan pagi karena lupa sedang puasa) menyebabkan hasil CT scan ku saat itu tidak begitu jelas, sehingga  dokter radiolog yag menangani menganjurkanku untuk melakukan pemeriksaan ulang. Alhamdulillah, semua hasil test menunjukkan hasil yang baik.

Pada hari H, aku bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit tempat aku menjalani operasi. Setelah semua persiapan kulakukan (termasuk menitipkan anak-anak pada ibu mertuaku, menitipkan rumah pada keluargaku), aku diantar suamiku masuk rumah sakit. Hari kedua baru aku masuk kamar operasi. Pasa saat itu barulah terasa betapa beruntungnya memiliki seorang yang sangat dekat denganku, seorang yang menemaniku selama di rumah sakit, yaitu suamiku. Ia mengambil cuti selama 2 minggu untuk selalu bersamaku dan bahkan dia cuti dari praktek pribadinya agar bisa mensupport-ku. Sambil menunggu waktu operasi, kami berdiskusi mengenai berbagai hal tentang penyakit ini dan pengobatannya, browsing internet segala hal yang berhubungan dengannya, juga membaca beberapa jurnal tentang kanker payudara.

Malam sebelum operasi, dilakukan persiapan operasi diantaranya puasa, diberi obat-obat preoperasi. Malam itu aku tertidur pulas.

Hari yang dinanti tiba. Setelah mandi, aku sengaja berdandan sebaik mungkin agar orang tahu bahwa hatiku tidak rapuh (dan memang, setelah operasi selesai, suamiku memuji bahwa dandananku oke ; ). Dengan mengucap Bismillah, aku mantap untuk menjalani operasi, meskipun ini adalah suatu operasi besar, aku pasrahkan semuanya pada Allah swt.  dan berharap aku bisa menjalani operasi dengan lancar dan selamat, bertemu keluargaku lagi setelah operasi selesai.

Setalah operasi selesai, aku tidak merasakan sakit apapun, yang kurasa hanyalah rasa kantuk yang sangat. Aku beberapa kali dibangunkan dan memandang sekilas suami dan keluargaku, dan tertidur lagi. Esoknya, mulai terasa segar, meskipun aku harus berhati-hati ketika bangkit untuk duduk. Rasa sakit pada luka operasi tidak terasa sama sekali, dan hanya aku harus berhati-hati karena ada kateter yang menyalurkan cairan dari bekas operasi ke dalam kantung.

Hari demi hari berlalu, cairan yang disalurkan melalui kateter mulai berubah dari yang berwarna merah darah semakin lama semakin bening dan jumlahnya semakin berkurang. Atas anjuran Prof Pisi (dokter yang merawatku), aku diharuskan melakukan gerakan rutin pada lengan kanan (lengan yang sama sisi dengan payudara yang dioperasi) secara bertahap, untuk menghindari kontraktur. Pertama, lengan diangkat 90 derajat selama  60 kali, dan hal ini diulang setiap jam. Tiga hari kemudian, latihan ditingkatkan dengan mengangkat lengan 180 derajat (lengan atas menyentuh telinga). Setelah tiga hari, lengan kanan diusahakan agar bisa menyentuh kepala sebelah kiri, lalu tiga hari berikutnya lengan kanan diusahakan bisa menyentuh telinga kiri.

Aku bersukur, selama di rumah sakit, banyak sekali keluarga, teman-teman dan rekan sekantor suamiku yang datang. Bahkan ada dua wanita yang sebenarnya tidak aku kenal datang menjenguk, ternyata beliau-beliau ini adalah para survivor yang tetap bertahan, tetap melawan kanker dan sembuh. Begitu pula ada seorang suster yang memberiku semangat, karena ibunya mengidap kanker payudara juga (stadium IV), dan masih hidup hingga saat ini. Kuhaturkan rasa terimaksihku pada semua yang datang menjenguk, akan segala support, spirit dan bantuan yang diberikan. Tak lupa untuk dokter yang merawatku tanpa pamrih, aku sangat menghargainya, Prof. Pisi Lukitto, SpBOnk. Terima kasih tak terhingga untuk belahan jiwaku, Akangku, suamiku, yang tidak pernah jauh dariku, temanku berdiskusi, sahabat tempatku menumpahkan segala kegundahan.

Tak terasa hari sudah memasuki hari ke-enam, saatnya untuk melepas kateter pada bekas operasi, dan bisa pulang keesokan harinya.

Langkah berikutnya, menunggu hasil Pemeriksaan Patologi Anatomi durante operasi (salah satu pemeriksaan yang menentukan stadium kankerku), dan hasil pemeriksaan histokimia (untuk menentukan langkah terapi selanjutnya).

Terapi belum selesai, Keep fighting!!

Entry filed under: Breast Cancer with Me. Tags: , , .

III. PEMERIKSAAN LANJUTAN PADA KANKER PAYUDARA PASKA OPERASI

2 Comments Add your own

  • 1. allguide  |  February 5, 2011 at 6:22 am

    nice story sis…sungguh melelahkan memang menjalalani tahapan2 demi yg namanya”SEHAT” belum lagi kanker benar@ mnguras tenaga,pkiran dan pastinya biaya….ibuku sdng berjuang melawan penyakit mematikan ini…

    Reply
  • 2. dirikuwanita  |  February 11, 2011 at 2:23 am

    Dear allguide…
    memang benar…. semoga ibumu diberi segala kemudahan olehNya. Amin

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

Recent Posts

traffic feed


%d bloggers like this: