III. PEMERIKSAAN LANJUTAN PADA KANKER PAYUDARA

May 6, 2010 at 8:28 am Leave a comment

Pada topik kali ini akan dibahas mengenai Pemeriksaan lain/Test lain setelah kanker terdiagnosa.

Bila hasil PA memperlihatkan kanker, dokter akan menganjurkan test lain untuk mencari tahu apakah kanker itu menyebar dan untuk membantu menentukan terapi yang paling baik .

1. Foto rontgen dada

Foto rontgen dada ini diperlukan, selain untuk skreening pra-operasi, juga  untuk melihat apakah ada penyebaran kanker ke paru-paru

2.Scan tulang (bone scanning)

Scan tulang akan memberikan informasi penyebaran kanker payudara pada tulang.  scan tulang sebetulnya tidak direkomendasikan, kecuali bila disertai gejala penyebaran ke tulang meliputi rasa nyeri atau bila ada perubahan yang spesifik pada hasil test darah.

Pada saat dilakukan scan tulang, suatu zat radioaktif dengan dosis yang sangat kecil disuntikkan ke dalam pembuluh darah vena anda. Pasien yang menjalani scan tulang ini tidak akan merasa sakit.

3. Computerized Tomography (CT atau CAT) Scan

CT scan dilakukan bila ditemukan gejala atau adanya kelainan pada pemeriksaan lain yang mencurigakan bahwa kanker itu menyebar ke organ lainnya. Pada  stadium awal kanker, CT scan tidak diperlukan. Tapi pada stadium lanjut, dapat dilakukan pemeriksaan CT scan abdomen (perut) dan atau CT scan thoraks (dada) untuk melihat apakah kanker tersebut menyebar.

Dengan CT scan, dilakukan pemotretan dengan sinar X dari beberapa sudut berbeda. Penting untuk diketahui bahwa pemeriksaan CT scan ini tidak menyebabkan sakit kecuali hanya pada saat penyuntikan zat kontras (dan ha ini pun masih dapat ditolerir).

4. Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Pada Scan MRI, digunakan gelombang raiomagnetik untuk menghasilkan gambar yang detil dari organ dalam. MRI dapat digunakan untuk melihat kelainan pada otak dan sumsum tulang belakang serta untuk melihat suatu daerah yang dicurigai di dalam tulang.

Pemeriksaan MRI secara rutin untuk semua pasien kanker payudara tidaklah diperlukan. Keadaan yang memerlukan pemeriksaan MRI payudara adalah bila seorang pasien mempunyai kanker di axilla (ketiak) dari hasil biopsi, tetapi tidak menunjukkan gejala ketika payudaranya diperiksa oleh dokter atau pada pemeriksaan mammografi.

5. Positron Emission Tomography (PET)  Scan

Pada PET scan, digunakan suatu bentuk gula (glukosa) yang mengandung radioaktif. Sejumlah kecil zat radioaktif disuntikkan ke alam pembuluh vena lengan. Setelah glukosa tersebut dimasukkan ke dalam tubuh, kemudian pasien masuk ke dalam mesin PET yang memiliki kamera khusus yang dapat mendeteksi radioaktif. Karena kanker payudara memakai energi dalam jumlah yang besar,maka daerah kanker akan menyerap glukosa radioaktif dalam jumlah besar.

PET scan tidak direkomendasikan untuk pasien kanker payudara, tetapi dapat digunakan untuk mengevaluasi pasien secara dini pada pasien dengan metastase atau kanker payudara rekuren (berulang).

6. Test Darah

Test darah ini meliputi:

  • Pemeriksaan darah rutin

Hasil test yang abnormal berhubungan dengan problem kesehatan,  termasuk anemia,yang dapat menunjukkan bahwa kanker telah menyebar ke sumsum tulang. Demikian pula, bila anda mendapat khemoterapi, dokter akan mengulang pemeriksaan ini secara teratur karena khemoterapi sering menyebabkan gangguan bentuk sel darah yang berasal dari sumsum tulang.

  • Kimia darah dan Test Enzim

Test ini dilakukan pada pasien dengan Kanker Payudara invasive. (Tetapi tidak diperlukan pada Kanker in situ).  Dengan test ini, dapat pula diketahui bahwa kanker menyebar ke tulang atau liver. Bila hasil test ini abnormal, dokter akan menganjurkan melakukan Test Imaging, seperti Scan Tulang atau CT Scan.

7. Tumor Test

(Estrogen Reseptor (ER), Progesteron Reseptor(PR) dan HER2)

Test tumor ini adalah salah satu langkah penting untuk memutuskan pilihan terapi terbaik sesuai dengan tipe kanker anda.

  • Estrogen Reseptor dan Progesteron Reseptor

Estrogen dan Progesteron adalah dua jenis hormone pada wanita, yang memicu pertumbuhan sel payudara dan memegang peranan penting pada sebagian kanker payudara. Sel kanker memberi respon pada hormone ini melalui ER dan PR tersebut. Test pada tumor untuk melihat reseptor hormone dinamakan Reseptor Hormone Assay. Bila kanker tidak mempunya reseptor ini, dinamakan PR- atau ER-. Sebaliknya bila kanker mempunyai reseptor ini, maka dinamakan PR+ atau ER+. Kanker dapat juga hanya ER+ atau PR+.

Pemeriksaan hormone reseptor ini sangat penting karena sel kanker yang mempunyai ER atau PR+ seringkali berhenti tumbuh bila pasien tersebut diberi obat yang menghambat efek estrogen dan progesterone obat yang menurunkan level estrogen di dalam tubuh. Obat- obat tersebut menurunkan kemungkinan kanker tumbuh kembali (rekuren) dan meningkatkan kesempatan hidup lebih lama. Sebagian besar penderita kanker payudara dengan ER+ atau PR+ akan diberi obat-obat tersebut sebagai bagian dari terapi. Bagaimanapun, obat-obat tersebut tidak akan efektif bila kanker tidak mempunyai reseptor ini. Pada semua penderita kanker payudara, kecuali Karsinoma in Situ Lobular, harus dilakukan test hormone ini.

  • HER2

HER2 adalah suatu protein yang merangsang pertumbuhan kanker payudara. Sekitar 15-20% kanker payudara memiliki protein ini.

Kanker payudara dengan HER2 + mempunyai kecenderungan untuk tumbuh dan berkembang lebih cepat daripada kanker payudara dengan HER2 -. Trastuzumab dan Lapatinib adalah dua jenis pengobatan yang ada, khusus untuk tumor dengan target HER2+.

Penelitian terakhir menunjukkan bila transtuzumab diberikan setelah operasi pada kanker dengan HER2+, menurunkan resiko rekurensi, pada tumor dengan diameter lebih besar dari 1 cm atau pada kanker yang menyebar ke kelenjar limfe. Penelitian lain pada wanita dengan kanker payudara yang sedah lanjut, menunjukkan bahwa Lapitinib efektif dalam menghambat pertumbuhan tumor dengan  HER2+ setelah Trastuzumab berhenti bekerja.

Sumber: Breast Cancer, Treatment Guidelines for Patients, American Cancer Society, National Comprehensive cancer Network, July 2007.

Sekian dulu ya… Ikuti pembahasan selanjutnya mengenai Stadium dan Grade pada Kanker Payudara

Entry filed under: Panduan Kanker Payudara bagi Orang Awam. Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Aku yang ceroboh Menjalani Mastektomi, Langkah Pasti Melawan Kanker

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

Recent Posts

traffic feed


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: